Selamat datang bagi teman-teman yang ingin mencari informasi tentang ilmu pengetahuan, renungan harian dan berbagai hal dan juga dapat berbagi hal di sini...!!!
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Januari 2011

Mendaki puncak Kesucian




Langkah … demi … langkah
Tapak … demi … tapak
Awalnya memang begitu indah dan damai
Penuh dengan kesejukan
Tiada satu pun yang menyakitkan
Tiada satu pun yang menyulitkan
Dia begitu kuat mendorongku untuk terus mendakinya

Langkah … demi … langkah
Tapak … demi … tapak
Tiada satu pun yang aneh
Semua berjalan indah dan menyenangkan hati.

Langkah … demi …kangkah
Tapak … demi … tapak
Semakin lama  pendakian semakin melahkan
Ternggorokan kering tak tertahankan
Hatiku haus dan jiwaku berteriak minta disegarkan
Tetapi tiada kudapat kesegaran

Langkah … demi … langkah
Tapak … demi … tapak
Kuberjalan terus,
kucoba untuk menikmati perjalananku
namun tiada lagi keindahan
Aku putus asa, ya aku hampir putus asa

Langkah … demi … langkah
Tapak … demi … tapak
Kuteguhkan hati
Kuyakinkan diri
Ku berharap dan selalu beharap sambil terus melangkah

Langkah … demi … langkah
Tapak … demi … tapak
Wah, akhirnya…
Betapa indahnya ketia aku mulai sampai kepuncak itu
Kepuncak yang begitu indah dan agung
Aku memuji-Nya dan bersyukur atas keindahan ini
Puncak yang penuh dengan keindahan, kedamaian, dan kesejukan
Tiada hentinya kumemujinya

Langkah … demi … langkah
Tapak … demi …tapak
Demikian banyak penghiburan yang aku dapatkan
Begitu banyak keindahan itu
Alih-alih aku lupa turun
Dan aku harus turun untuk memberitakannya kepada yang lain
Ya, aku akan turun dan harus turun.

Langkah … demi … langkah
Tapak … demi … tapak
Aku menuruni bukit itu dengan penuh kegembiraan
Kedamaian pun terus melingkupiku
Aku mengagungkanMu
Aku puji Engkau dengan segala keindahanMu
Tiada lagi yang lain selain hidup di dalam Engkau. Amins

Betlehem


Sunyi . . . senyap . . .
Tak ada suara keramaian!
Tak ada suara pesta !
Semua terasa damai !

Malam . . . gelap . . .
Tak ada siapapun di situ!
Tak tampak adanya kehidupan di tempat itu!
Semuanya kehidupan sepertinya sudah terlelap.

Miskin . . . kecil . . .
Tak ada siapapun yang mau memandangnya!
Tak ada siapapun yang peduli dengannya!
Semua yang ada padanya, tiada berguna bagi orang lain.

Lupakah mereka  . . .
dengan apa yang dikatakan oleh kitab suci?

Lupakah mereka . . .
bahwa sesuatu yang besar akan datang dari padanya?

Lupakah mereka. . .
 bahwa semuanya itu telah dituliskan
dan diwartakan oleh para nabi?

Betlehem . . . oh, Betlehem . . .
Betapapun kecil engkau,
akan tetapi sesuatu yang besar akan datang dari padamu
dan sekarang telah datang
Lihatlah, Penyelamatmu telah lahir dari padamu
Dia memang bukanlah apa-apa bagi orang-orang
Akan tetapi, namamu akan termasyur oleh karena-Nya

Bersukarialah sekarang!
Angkatlah lagu pujianmu!
Sambutlah dia yang telah lahir dengan sorak sorai dan pujian!
Bersama bala tentara surge, pujilah Dia:
Gloria . . . Gloria . . . Gloria . . .
In exelcis Deo!

Oleh. Agustinus Laurentius Situmorang
agoes_situ01@yahoo.co.id.